Kamis, 29 Juni 2017

Saya Bangga menjadi Mahasiswi PBSI

Saya adalah mahasiswi di Upgris. Saya mengambil jurususan PBSI. Dan saya bangga terhadap jurusan yang saya ambil. Banyak pengalaman dari sini walaupun saya sudah ingin menginjak semester 5 namun pengelaman yang saya tuai sudah sangat banyak. Seperti pengalaman membuat video membaca puisi hasil karya dosen saya sendiri yaitu Setia Naka Adrian. Pada saat itu saya membuat video puisi tersebut di pinggir laut, karena puisi yang saya bacakan berjudul Perayaan Laut. Selain itu kami mahasiswi PBSI membuat musikalisasi puisi, namun nada tidak boleh plagiasi. Anak-anak PBSI selalu kreatif. Kemudian saya juga sering praktik diskusi, debat, pidato, dan lain-lain. Karena saya mengambil pendidikan maka kami sudah diterjunkan langsung untuk magang pertama. Walaupun magang pertama ini hanya sekedar observasi saja namun ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Setelah itu kami mahasiswi PBSI baru saja bulan Mei kemarin melaksanakan kegiatan KKL ke Bali. Disana kami juga mendapatkan pengalaman yang baru ketika berada di Bali TV. Kami dapat mengetahui bagaimana proses pembuatan berita. Pengalaman-pengalaman saya menjadi mahasiswi PBSI di Upgris sangatlah banyak. Dari semester awal kami sudah banyak praktik tentang membuat video berita. Dengan cara mewawancarai teman sendiri. Kemudian di semester empat akhir ini kami baru saja menyelesaikan tugas membuat satu buku monolog. Hasil karya kami sendiri. Saya BANGGA menjadi mahasiswi PBSI!

Senin, 24 April 2017

SEMARAK KARTINI UPGRIS 2017



Acara peringatan Hari Kartini di UPGRIS sangatlah meriah. Acara ini dimeriahkan oleh adanya Talkshow oleh Putri Indonesia 2017 Jawa Tengah dan Ibu Wakil Walikota. Dan penandatanganan pengesahan buletin di UPGRIS. Selain itu ada ajang lomba pemilihan Putri Kartini 2017.

Jumat, 22 April 2016

MEMBUAT PUISI SETELAH MENONTON RONGGENG KERAMAT DI UPGRIS

Pada bulan Maret tepatnya, Universitas PGRI Semarang menampilkan sebuah acara yaitu "RONGGENG KERAMAT". Ada dua sesi dalam penontonan. Yang pertama dapat menonton pada pukul 16.00 dan yang kedua dapat menonton pukul 19.00. Kebetulan sewaktu itu saya menonton yang pukul 16.00 dan sampai pukul 18.00. Saya begitu menikmati alur cerita dari pentas "RONGGENG KERAMAT" ini. Disini saya harus benar-benar memahami alur ceritanya. Karena ada salah satu mata kuliah yaitu makul PUISI yang diampu oleh Bapak Setia Naka Adrian, yang menugasi saya untuk membuat lima buah puisi. Dan puisi-puisi tersebut harus dari cerita ronggeng keramat yang saya tonton pada waktu itu. Awalnya saya berfikir, kayaknya kok susah sekali ya. Lalu saya merangkum cerita Ronggeng Keramat itu. Kemudian saya mengambil tema di sela-sela cerita. Misalnya saja, dalam Ronggeng Keramat tersebut memang menceritakan tentang orang dari desa yang ingin pergi ke kota untuk merubah nasib. Nah, saya mengambil tema untuk puisi saya yaitu tentang NASIB. Memang setelah menonton Ronggeng Keramat itu, teman-teman saya pada menginap di rumah saya. Sudah direncanakan memang, karena ingin membuat tugas puisi ini bersama-sama. Sampai larut malam bahkan pada membuat puisi ini. Sebenarnya memang sedikit susah, tapi saya selalu berusaha untuk membuatnya. Bahkan sampai pukul 00.00 saya baru selesai menulis puisi-puisi tersebut. Dan itu masih bentuk coret-coretan yang belum rapi. Kemudian saya langsung mengetiknya hingga selesai. Karena tugas ini hanya di beri jangka waktu satu hari saja. Memang banyak kebingungan sewaktu membuat puisi-puisi tersebut. Yang paling susah itu saat memilih kata-katanya. Karena kalau tidak cocok takutnya nggak enak kalau di baca. Apalagi saya itu bukan orang yang puitis. Nah, itu adalah sepenggal pengalaman saya untuk membuat puisi-puisi dari teater Ronggeng Keramat. Terimakasih.