Jumat, 22 April 2016

MEMBUAT PUISI SETELAH MENONTON RONGGENG KERAMAT DI UPGRIS

Pada bulan Maret tepatnya, Universitas PGRI Semarang menampilkan sebuah acara yaitu "RONGGENG KERAMAT". Ada dua sesi dalam penontonan. Yang pertama dapat menonton pada pukul 16.00 dan yang kedua dapat menonton pukul 19.00. Kebetulan sewaktu itu saya menonton yang pukul 16.00 dan sampai pukul 18.00. Saya begitu menikmati alur cerita dari pentas "RONGGENG KERAMAT" ini. Disini saya harus benar-benar memahami alur ceritanya. Karena ada salah satu mata kuliah yaitu makul PUISI yang diampu oleh Bapak Setia Naka Adrian, yang menugasi saya untuk membuat lima buah puisi. Dan puisi-puisi tersebut harus dari cerita ronggeng keramat yang saya tonton pada waktu itu. Awalnya saya berfikir, kayaknya kok susah sekali ya. Lalu saya merangkum cerita Ronggeng Keramat itu. Kemudian saya mengambil tema di sela-sela cerita. Misalnya saja, dalam Ronggeng Keramat tersebut memang menceritakan tentang orang dari desa yang ingin pergi ke kota untuk merubah nasib. Nah, saya mengambil tema untuk puisi saya yaitu tentang NASIB. Memang setelah menonton Ronggeng Keramat itu, teman-teman saya pada menginap di rumah saya. Sudah direncanakan memang, karena ingin membuat tugas puisi ini bersama-sama. Sampai larut malam bahkan pada membuat puisi ini. Sebenarnya memang sedikit susah, tapi saya selalu berusaha untuk membuatnya. Bahkan sampai pukul 00.00 saya baru selesai menulis puisi-puisi tersebut. Dan itu masih bentuk coret-coretan yang belum rapi. Kemudian saya langsung mengetiknya hingga selesai. Karena tugas ini hanya di beri jangka waktu satu hari saja. Memang banyak kebingungan sewaktu membuat puisi-puisi tersebut. Yang paling susah itu saat memilih kata-katanya. Karena kalau tidak cocok takutnya nggak enak kalau di baca. Apalagi saya itu bukan orang yang puitis. Nah, itu adalah sepenggal pengalaman saya untuk membuat puisi-puisi dari teater Ronggeng Keramat. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar